Beberapa Info tentang Lebong, yang Pariwisata008 dapat dari lebong.wordpress.com, Selamat Membaca :
Makam Raja Lebong Dikembangkan jadi Objek Wisata
Juli 1, 2008 oleh lebong
BENGKULU–MI: Beberapa makam raja-raja Lebong yang selama ini tidak terawat akan dipugar dan dijadikan objek wisata sejarah, sehingga anak leluhur dan wisatawan lainnya bisa berkunjung ke daerah itu.
“Saat ini ada makam empat raja Lebong yang berada di atas perbukitan dan tidak terawat, kita berencana akan memugar makam-makam itu untuk dijadikan objek wisata sejarah,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lebong Drs Yustin Hendri, Senin.
Keempat raja Lebong itu antara lain Ajai Bitang (Raja Bintang) yang dimakamkan di Bukit Resam, Ajai Terang di Bukit Tapus serta dua raja lagi di Kota Muara Aman, ibu kota Lebong.
Biaya pemugaraan makam raja-raja itu masing-masing akan menghabiskan dana sekitar Rp150 juta, karena lokasinya sangat jauh dari jalan raya serta harus menempuh jalan setapak untuk menuju lokasi.
Pada tahun 2008 ini makam yang akan dipugar yaitu makam Raja Bintang yang berada di Bukit Resam di pinggiir jalan lintas Lebong-Bengkulu Utara atau berketinggian sekitar 1.200 meter dari permukaan laut.
Menurut dia, setelah makam dipugar diharapkan anak cucu, leluhur dan para pengunjung dari luar Bengkulu bisa nyaman berziarah ke makam tersebut.
“Kita belajar dari daerah yang sudah maju seperti di Pulau Jawa, makam raja-raja sangat dihormati, karena banyak orang yang rindu dengan kebesaran raja yang ada di daerahnya,” kata Yustin.
Tidak hanya pemugaran makam raja-raja, tapi budaya lokal seperti “Kedurei Agung” bagi masyarakat di Kabupaten Lebong mulai tahun ini akan dibakukan untuk menjadi wisata tahunan, karena peringatannya sama meriahnya dengan peringatan hari budaya Tabot di Kota Bengkulu.
Selama ini budaya Kedurei Agung belum dibakukan menjadi hari sakral rutin kendati peminatnya cukup banyak.
Selama ini Kedurei Agung akan diperingati setelah adanya musibah yang melanda darah itu yakni sebagai tolak balak, namun ke depan kendatipun tak ada bencana yang datang, tetap akan diperingati, hari dan waktunya masih dalam pembahasan badan musyawarah adat setempat.
Dalam acara Kedurei Agung itu biasanya digelar berbagai tarian adat (tari Kejei) dan lomba puisi bahasa Lebong, dengan hadiah menarik yang ditentukan panitia, namun ke depan peringatan hari Kedurei Agung itu akan lebih dimeriahkan.
Kalau selama ini peringatan hari budaya Lebong itu hanya dihadiri oleh para tokoh masyarakat saja, ke depan akan mengundang para pejabat provinsi dan nasional.
Untuk mendukung kegiatan budaya Kedurei Agung dan beberapa objek wisata di kabupaten Lebong, sekarang tengah dilatih sekitar 14 klub sanggar seni yang melibatkan putri-putri cantik asli Lebong.
Pada tahun anggaran 2008 ini, pihaknya mulai menawarkan beberapa lokasi wisata alam, tambang dan kawasan hutan belantara asli yang masih hijau ranau, dengan target mendatangkan 100 ribu pengunjung wisata lokal dan nusantara.
Objek wisata alam yang akan ditawarkan itu antara lain keindahan Danau Tes, Danau Air Picung, Air Panas Air Putih dan Air Terjun Palih, sedangkan wisata tambang antara lain Lobang Kacamata eks penggalian tambang kolonial Belanda, serta kawasan hutan perawan lainnya. (Ant/OL-06)
Sumber: Mediaindonesia.com
Sekian dari Pariwisata008, semoga dapat membantu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar